Kecaman Nikita Mirzani buat Rachel Vennya

Kecaman Nikita Mirzani buat Rachel Vennya

Kecaman Nikita Mirzani buat Rachel Vennya

BERKAHPOKER – Rachel Vennya jadi sasaran tembak warganet setelah dikabarkan kabur dari karantina di Wisma Atlet Pademangan Jakarta usai jalan-jalan sambil kerja di AS. Gelombang protes meninggi setelah ibu dua anak ini terkonfirmasi kabur.

Rachel Vennya kemudian minta maaf lewat Instagram Stories pada 14 Oktober 2021. Namun, itu tak serta merta membuat kecaman mereda. Pasalnya, permintaan maaf itu tak mengklarifikasi kabar kabur dari karantina dan amblas dalam waktu 24 jam.

Nikita Mirzani yang pernah merasakan tak asyiknya karantina delapan hari mencak-mencak. Ia mengecam di medsos sambil terang-terangan menyebut nama Rachel Vennya. Showbiz Liputan6.com merangkum 6 kecaman Nikita Mirzani buat Buna yang berhak bahagia.

1. Awalnya Sindir Tipis-tipis…
Mulanya, Nikita Mirani tak menyebut nama namun menyenggol Kogasgabpad Covid-19 soal ada pesohor yang hanya dikarantina tiga hari lalu kabur begitu saja. “Teruntuk Kogasgabpad Covid-19. Itu ada orang yang kabur piye toh?” cuitnya, Kamis (14/10/2021).

Setelahnya, ibu tiga anak ini mengungkit, “Waktu saya pulang dari Turki saja hotel sudah dipilihin dari Bandara. Lah ini kok boleh di Wisma Atlet? Bukannya Wisma Atlet itu hanya boleh untuk orang-orang tertentu seperti TKW, pelajar, dan anggota dewan yang ngurusin rakyatnya?”

2. Lalu Nyenggol Pancasila
Di unggahan yang sama, Nikita Mirzani menduga aturan karantina menerapkan asas tebang pilih. “Jangan bikin orang yang karantina lainnya jadi pada iri dengki dong. Kalau begitu next week saya ke Eropa pulang enggak mau dikarantina di hotel mahal ya,” ocehnya.

“Maunya di Wisma Atlet dan enggak mau 8 hari tapi 3 hari saja cukup, piye? Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia @satgascovid19.id,” ia mengakhiri tanpa menyebut nama siapa yang kabur dari karantina.

3. Berani Sebut Nama Panggilan
Saat Rachel Vennya terkonfirmasi kabur dari karantina, barulah bintang film Nenek Gayung dan Mama Minta Pulsa berani menyebut pesohor yang kabur padahal karantina belum kelar.

“Buna berhak bahagia tapi buna juga berhak untuk Di periksa. Semua gara2 buna! Andai saja dia mau berdiam diri di kamar hotel karantina bersama pacarnya. Pasti ga akan banyak ngelibatin orang lain Dalam kasus ini,” ceplos Nikita Mirzani, 14 Oktober 2021. AGEN POKER TERPERCAYA

4. Buna Harus Tanggung Jawab
Nikita Mirzani melontarkan kekecewaannya mendapati oknum TNI berinisial FS membantu Rachel Vennya kabur. “Jujur saya kecewa Karna ini pengalaman pribadi saya sendiri yang harus Di karantina di hotel bintang 5 selama 8 hari dgn fasilitas yang kurang bagus,” tulisnya.

Nikita Mirzani lantas menuntut pertanggungjawaban Rachel Vennya. “Jadi menurut saya. Rachel adalah org satu2 nya yg harus bertanggung jawab Akan hal ini. Yang lain itu cuma Korban Knp saya bisa blng begin. Krn yang bayar kan pke duit si Rachel,” ia berpendapat.

5. Tak Cukup Minta Maaf
Klarifikasi Rachel Vennya tak serta merta mendinginkan suasana. Pasalnya, ada banyak hal yang melukai rasa keadilan masyarakat. Selain diskon durasi karantina, Wisma Atlet Pademangan sejatinya tidak untuk para pesohor.

“Ga bisa minta maaf doang. Klo minta maaf gampang bgt ga ush ada pak polisi. Penjara sepi,” ketus Nikita Mirzani. “Cuma 3 hari trs bisa holiday di bali. Knp ga di tawar in hotel mahal buat karantina.. kembalikan duit saya deh klo kaya gini judulnya mah,” lanjutnya.

6. Selamat Ya Rachel Vennya
Mendengar kabar Rachel Vennya akan dipanggil polisi minggu depan, Nikita Mirzani girang. Ia pun melontar “kata-kata mutiara” untuk selebgram dengan 6 jutaan pengikut itu. “Rachel Vennya jangan gentar ya, seperti waktu kamu lagi party di Bali yang selalu happy,” ia menyinyir. AGEN POKER ONLINE

Nikita Mirzani mengingatkan, setiap perbuatan ada risikonya. Ia pun berharap Rachel Vennya dikurung. “Semoga enggak cuma bayar denda yah, tapi dikurung penjara juga biar adil sama kayak yang lain,” pelantun “Nikita Geng” menambahkan.

Kontes Seo

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *